Pengikut

Tampilkan postingan dengan label Ulasan Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulasan Novel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Januari 2021

Ulasan Novel Lima Teman

Hai, teman-teman. Kali ini aku mau mengulas novel Lima Teman. Aku merasa tertarik untuk baca novel ini ketika baca blurb-nya, ada kata "perundungan" di sana. Aku makin tertarik baca setelah menonton book trailer-nya, ada adegan saling kejar-kejaran yang menegangkan di sana. Baca postingan ini sampai akhir, ya!



Identitas Novel

Judul: Lima Teman

Penulis: Denkus

Penerbit: One Peach Media

Terbit: November 2020

Tebal: 227 Halaman


Sinopsis Singkat

Novel ini menceritakan tentang masa putih abu-abu remaja yang tidak semanis remaja lainnya. Ada Awan yang menjadi korban perundungann dan ada Langit yang menjadi pelaku perundungan karena merasa kecewa dan marah dengan papanya. Langit tidak sendirian, ia merundung bersama dua kawannya yaitu Satria dan Iman. Begitu pula Awan, ia dirundung bersama Nathan. Awalnya hanya Natran korban perundungan Langit dan kawan-kawan, tapi kehadiran Awan yang mencampuri urusan Nathan telah menyebabkan ia dirundung juga.

Perundungan yang Langit lakukan mulai dari mengerjai Awan agar Awan dapat hukuman dari guru, menyuruh Awan membeli banyak jajanan menggunakan uang Awan yang sebenarnya tidak banyak, hingga memukul Awan jika Langit tidak puas dengan kerja Awan. Satu frekuensi dengan Langit, Satria mendukung Langit dan turut melakukan perundungan. Berbeda dengan Iman, meski sering bersama Langit, ia bisa iba kepada awan dan terkadang bisa membantu Awan.

Perundungan tidak membuat Awan menjadi remaja yang lemah, ia tetap menjalani harinya seperti biasa. Ia bersekolah, mengajar delapan anak jalanan di Sekolah Pinggir Kali, dan membantu neneknya berjualan nasi di warung. Perundungan juga tidak membuat Nathan putus asa untuk melanjutkan hidupnya sebagai anak sebatang kara, tetap bekerja keras. 

Suatu ketika ada Kenzo di antara mereka. Sosok yang menganggap dirinya sebagai pahlawan, tapi nyatanya dia juga melakukan hal yang tercela. Tepat saat itu, hubungan Langit dan kawan-kawan sedang renggang. Tepat saat itu pula, kejadian nahas menimpa Langit. Kejadian berdarah itu tak pernah disangka siapa pun. Meski begitu, kejadian itu telah menyatukan lima remaja menjadi teman kembali. Namun, kebersamaan mereka tidak lama. Mereka menemukan tragedi yang lebih parah bahkan sampai menghilangkan salah satu nyawa di antara mereka saat mereka sedang liburan.



Ulasan Novel

Seperti yang aku katakan di bagian awal postingan ini, aku tertarik baca novel ini karena tema yang diangkat tentang perundungan. Sebelumnya, aku sudah baca empat nobel dengan tema yang sama. Setiap novel, termasuk novel ini, menyampaikan satu pesan yang sama yaitu setop perundungan di kalangan remaja. Sebagai sosok yang pernah belajar di Sekolah Menengah, aku menemukan apa yang dilakukan Langit kepada Awan relate dengan apa yang pernah aku lihat di sekolah. Terutama pada kejadian suruh-menyuruh ini-itu kalau tidak bakal kena pukul.

Awalnya, aku kira novel ini hanya tentang perundungan saja. Ternyata tidak, di novel ini ada suatu kejadian yang lebih sadis bahkan sampai berdarah-darah. Kejadian yang bahkan masih meninggalkan tanda tanya setelah aku menutup novel ini. Selain itu, aku pun tak mengira bahwa ternyata kasus perundungan di novel ini bisa terselesaikan, pelaku dan korban bisa berbaikan bahkan bisa berteman. Itu menarik dan memang bisa terjadi. Jarang aku temukan novel yang seperti ini, apalagi korban perundungan di novel ini sangat bijak.

Diceritakan dari dua sudut pandang orang pertama yaitu Awan dan Langit secara bergantian, novel ini berhasil menunjukkan perasaan dan pikiran korban dan pelaku perundungan. Kita bisa tahu mengapa Awan sangat sabar dan mengapa Langit menjadi sosok yang mudah marah hingga melakukan perundungan. Karakter mereka pun kuat, termasuk proses pendewasaan Langit yang memiliki alasan kuat untuk berubah menjadi baik seiring waktu berjalan.

Sebenarnya jalan cerita novel ini oke banget, bikin ketagihan sampai aku ingin jumlah halamannya lebih banyak lagi. Tapi, jika bagian tragedi dapat diceritakan sama banyaknya seperti bagian perundungan, serta keduanya bisa disusun secara padat, aku rasa novel ini akan lebih menarik dan lebih menegangkan asal tetap relate dengan kehidupan remaja. Pembaca pun tidak akan merasa bosan di bagian tertentu dan tidak akan bertanya-tanya akan kelanjutan kasus setelah menutup novel ini. Selain itu, aku rasa sisi emosional Papa Langit, cerita Nathan yang sampai ingin bunuh diri, dan sisi latar suasana SMK bisa digali lagi.

Meski begitu, sosok Awan di novel ini sangat menginsprasi karena di tengah keterbatasan dia tetap bisa meluangkan waktu untuk membantu Neneknya dan mengajar anak jalanan. Novel ini juga berhasil menyampaikan banyak pesan positif seperti kesabaran akan ada hasilnya, berubah menjadi sosok yang lebih baik itu perlu, dan setop perundungan khususnya di kalangan remaja itu penting untuk direalisasikan. Aku merekomendasikan novel ini untuk kamu yang tertarik baca novel ini.


Kutipan Novel

"Balas dendam enggak akan pernah nyelesain masalah. Yang ada malah akan memperburuk keadaan," kata Awan. "Lagian yang udah berlalu enggak bisa diubah. Bukannya lebih baik itu mikirin soal masa depan?" (Denkus, Lima Teman, Halaman 139)

Kata Nenek, "Sekeras apa pun hati manusia, lama-lama akan melunak juga. Nenek sudahpernah bilang ke kamu, batu enggak harus dilawan dengan batu, tapi lawanlah dengan air. Kerasnya batu akanterkikis jika sering terkena air. Apalagi hati manusia yang labil. Kamu harus ingat pesan Nenek, Awan. Bersikap baiklah kepada siapa pun. Karena nantinya kita juga akan mendapatkan hal yang sama." (Denkus, Lima Teman, Halaman 149)



#MulaiMenulisdiBlog


Bagaimana? Tertarik baca novel ini? Kalau iya kamu bisa hubungi penulisnya langsung di Intagram @itsdenkus atau bisa cek Shopee Denkus1, ada novel Lima Teman di sana. Semoga kamu bisa segera baca juga, ya. Bacalah dan temukan pesan positif yang di novel ini!

Sabtu, 19 Desember 2020

Ulasan Novel The Mother Bear

Hai, teman-teman.

Pada kesempatan kali ini aku mau mengulas sebuah novel komedi-romantis yang bisa menghibur dirimu di hari-hari yang penat. Khusus novel ini, kamu hanya bisa baca secara digital di Google Play Book, Gramedia Digital, ibuk, dan Cabaca.



Identitas Buku

Judul Buku: The Mother Bear

Penulis: Syntia Stefyanti

Penerbit: Penerbit Koru

Terbit: Oktober 2020

Tebal: 408 Halaman


Sinopsis Singkat

Novel ini menceritakan tentang Randy, seorang dokter bedah syaraf berusia 31 tahun. Dia memiliki seorang putri bernama Maura yang berusia 5 tahun. Randy dan Maura tinggal di sebuah apartemen bersama seorang ART bernama Bi Suti. Dua tahun yang lalu, istri Randy meninggal dunia. Sejak saat itu, Randy menjadi duda dan Maura dibesarkan tanpa sosok ibu.

Selain Bi Suti, Maura hanya dekat dengan satu wanita yaitu Luna, sosok wanita yang ramah dan penyayang. Dia juga mudah dekat dengan anak-anak. Pertama kali mereka bertemu saat mereka menjenguk ayah Randy di Sunny Hospital. Di rumah sakit itu pula Luna dan Randy kembali bertemu. Menurut Randy, Luna sudah berubah. Bukan hanya fisiknya saja, perasaan Luna juga berubah. Tidak ada lagi benih-benih suka yang Luna tunjukkan seperti saat Randy SMA.

Kedekatan Maura dan Luna tidak berbanding lurus dengan kedekatan Randy dan Luna. Luna tidak bersikap ramah kepada Randy karena ada suatu kejadian buruk yang berkaitan dengan Randy saat mereka masih remaja. Apalagi tingkah Randy yang semakin narsis dan konyol turut memancing emosi Luna. Tak heran, ada saja hal-hal yang memicu keributan di antara mereka.

Namun ketika sadar tentang perasaannya dan ketika sadar tentang sikap Maura, Randy berusaha mengejar Luna. Ia mau menjadikan Luna sebagai pendamping hidupnya sekaligus sebagai ibu dari Maura. Ia terus berusaha meski Luna sulit luluh dan meski ia harus melalui berbagai kejadian konyol yang malah mempermalukan dirinya sendiri.



Ulasan Novel

Wajar saja buku ini merupakan salah satu buku bestseller Koru bulan lalu, ceritanya seseru itu untuk dibaca. Meskipun ketebalan novel ini mencapai 408 halaman, aku tidak mudah merasa bosan saat membaca novel ini karena cara penceritaannya mengalir, jalan ceritanya seru dan deskripsinya detail. Meskipun tergolong ringan, novel ini sebenarnya memuat berbagai konflik. Ada masalah keluarga, kesalahpahaman di masa lalu, penghianatan, dan masalah hati yang sulit menyatu. Rangkaian konflik itu saling berkaitan dan membentuk menjadi cerita yang utuh. Jadi, menarik untuk dibaca dan diikuti, kan?

Karakter tokoh-tokoh novel ini benar-benar terasa hidup. Mereka juga masing-masing punya peran penting dalam novel ini. Ada Maura yang imut dan polos, anak ini menjadi penghubung antara Luna dan Randy. Ada Randy yang narsis dan konyol, pria ini selalu bertingkah menyebalkan. Tapi Randy adalah bapak yang baik, ia selalu menyayangi dan mewujudkan permintaan Maura. Selanjutnya ada Luna yang ramah, tapi mode ramahnya akan lenyap ketika berbicara dengan Randy. Ada pula ART yang tidak kalah menyebalkan, tingkah Bi Suti sering sekali membuat Randy emosi dan bertanya-tanya.

Selain konflik dan karakter yang menarik, sisi romantis dan komedi novel ini juga tidak kalah menarik. Sisi romantisnya tidak monoton. Sisi komedinya tidak garing, aku berkali-kali tertawa saat membaca novel ini. Tingkah para tokoh ada-ada saja, apalagi tingkah Randy-Luna dan Maura-Bi Suti. Selain itu, profesi Randy dan Luna digambarkan dengan baik dan turut mendukung alur novel ini. Ada Randy yang seorang dokter bedah syaraf dan ada Luna yang seorang desainer pakaian sekaligus pemilik butik. Ada beberapa wawasan tentang bedah syaraf, loh.

Salah satu pesan moral yang ada di novel ini adalah tidak ada salahnya membuka hati untuk seseorang yang baru dan tidak ada salahnya memaafkan kesalahan di masa lalu agar kehidupan di masa sekarang bisa lebih baik lagi. Aku rekomendasikan novel The Mother Bears untuk kamu yang ingin membaca novel dengan konflik yang ringan dan penulisan yang mengalir, kamu yang butuh hiburan di hari yang penat, atau kamu yang tertarik baca buku digital.


Kutipan Novel

"Aku memang tidak tahu apa pun tentang kamu. Tapi aku tidak ingin bersama dengan seseorang yang tidak bisa berdamai dengan masa lalunya." - Luna, The Mother Bear, halaman 366

"... dalam hidup, kamu perlu memberikan kesempatan pada orang lain untuk memperbaiki kesalahannya." - Luna, The Mother Bear, halaman 368


#MulaiMenulisdiBlog


Bagaimana? Tertarik baca novel ini juga? Saat ini sedang berlangsung promo akhir tahun, buku ini juga termasuk salah satu buku yang sedang diskon 50% di Google Play Book, loh. Promo ini tidak berlaku lama, hanya sampai 26 Desember 2020 saja. Yuk, manfaatkan kesempatan ini biar bisa baca The Mother Bear dengan harga yang lebih murah.